Perkebunan
Komoditas perkebunan menjadi sumber pendapatan yang memanfaatkan lahan sekitar desa.
Kampung Turu adalah desa yang kaya akan budaya, semangat gotong royong, dan potensi alam yang indah. Kami menyambut Anda untuk mengenal lebih dekat kehidupan, visi, dan masa depan Desa Turu.
Desa Turu terletak di wilayah pesisir dan daratan dengan kondisi geografis yang unik, serta memiliki batas wilayah yang jelas di setiap sisi. Masyarakat desa hidup berdampingan dengan alam dan terus mengembangkan potensi lokal.
Desa Turu berada pada titik koordinat X = 795.813,99 dan Y = 269,49 mm/tahun.
Wilayah Desa Turu terdiri atas pesisir dan daratan, dengan lingkungan alam yang mendukung kegiatan ekonomi dan sosial.
Timur: Kampung Kaboena; Selatan: Tanjung Kamutu; Utara: Kampung Imandoa; Barat: Kelurahan Serui Jaya.
Masyarakat Desa Turu memiliki semangat gotong royong yang kuat. Dari sektor perkebunan, berburu, hingga UMKM, semua menjadi bagian penting dalam membangun kesejahteraan desa.
Tanaman pangan buah, sayur dan umbi-umbian sebagai sumber kegiatan ekonomi utama masyarakat desa.
Potensi laut dan hasil tangkapan menjadi salah satu andalan pendapatan keluarga.
Kebersamaan dan kerja sama menjadi fondasi utama pembangunan desa.
Komoditas perkebunan menjadi sumber pendapatan yang memanfaatkan lahan sekitar desa.
Aktivitas berburu secara tradisional menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan memanfaatkan potensi sumber daya alam di sekitar kampung.
Kelompok Mahasiswa KKN Universitas Cenderawasih (Uncen) yang menjalankan pengabdian di Kampung Turu menyelesaikan tahapan observasi awal dan merumuskan 7 program kerja strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta program pembangunan kampung.
Baca Selengkapnya